STAI Ihyaul Ulum Gresik Tegaskan Komitmen Kampus Aman Melalui Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual
Gresik, 10 Juli 2024 — Dalam rangka menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ihyaul Ulum Gresik menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual pada Rabu, 10 Juli 2024. Acara ini diikuti secara penuh oleh seluruh civitas akademika, mulai dari jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata STAI Ihyaul Ulum Gresik dalam mendukung implementasi kebijakan nasional mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi. Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen lembaga dalam menjaga marwah kampus sebagai ruang yang aman dan nyaman bagi pengembangan ilmu serta pembentukan karakter mahasiswa.
Ketua STAI Ihyaul Ulum Gresik, Ubaidillah, S.Ag., M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesadaran kolektif seluruh civitas akademika untuk ikut serta mencegah terjadinya kekerasan seksual di lingkungan kampus. Menurutnya, kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga harus menjadi ruang yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, kehormatan, dan perlindungan terhadap setiap individu.
“Pencegahan dan penanganan kekerasan seksual bukan hanya tanggung jawab pimpinan, tetapi tanggung jawab kita bersama. Dengan adanya sosialisasi ini, kita berharap seluruh civitas akademika memahami bentuk-bentuk kekerasan seksual, prosedur pelaporan, serta mekanisme penanganannya. Harapannya, budaya saling menghormati dan menjaga martabat bisa semakin kokoh di lingkungan STAI Ihyaul Ulum Gresik,” tutur Ubaidillah.
Dalam sesi inti, narasumber memaparkan sejumlah materi penting, mulai dari pengertian kekerasan seksual, bentuk-bentuk kekerasan seksual yang sering terjadi di dunia pendidikan, hingga strategi pencegahan melalui budaya edukatif yang inklusif dan berperspektif gender. Selain itu, dijelaskan pula tentang alur pengaduan serta peran Satgas atau tim kampus yang ditugaskan untuk menangani laporan kekerasan seksual secara profesional, transparan, dan melindungi korban.
Kegiatan berlangsung dengan interaktif. Peserta tampak antusias mengikuti jalannya acara dengan mengajukan berbagai pertanyaan, studi kasus, hingga menyampaikan pendapat terkait langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan di lingkungan kampus. Diskusi ini semakin memperkaya wawasan civitas akademika tentang pentingnya menciptakan budaya nol toleransi terhadap kekerasan seksual.
Salah satu mahasiswa yang hadir mengaku kegiatan ini membuka kesadaran baru baginya. Ia menyampaikan bahwa sosialisasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk memberikan pemahaman yang jelas tentang hak dan kewajiban mahasiswa dalam menjaga keamanan bersama.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, STAI Ihyaul Ulum Gresik berharap dapat memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan kampus yang aman, ramah, serta inklusif bagi seluruh civitas akademika. Lebih dari itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi bekal untuk menumbuhkan keberanian melapor bagi korban atau saksi kekerasan seksual, sekaligus membangun solidaritas dalam menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan bermartabat.
