STAI Ihyaul Ulum Gresik Gelar Pendidikan Anti Korupsi untuk Tanamkan Nilai Integritas Mahasiswa
Gresik, 21 Februari 2024 – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ihyaul Ulum Gresik menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Anti Korupsi yang diikuti oleh mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud komitmen kampus dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas, jujur, dan bertanggung jawab, sekaligus mendukung gerakan nasional pencegahan tindak pidana korupsi.
Dalam kegiatan yang berlangsung di aula kampus, para mahasiswa mendapatkan materi yang disampaikan oleh narasumber Faishol Chusni, M.Si mengenai pentingnya kesadaran anti korupsi sejak dini, pemahaman tentang bentuk-bentuk praktik korupsi dalam kehidupan sehari-hari, serta strategi pencegahan korupsi di lingkungan akademik maupun masyarakat. Narasumber menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, melainkan juga memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa sebagai agen perubahan.

Ketua STAI Ihyaul Ulum Gresik, Ubadillah S.Ag., M.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan anti korupsi merupakan langkah nyata untuk membekali mahasiswa dengan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. “Kampus harus menjadi tempat lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat untuk menolak segala bentuk praktik korupsi,” ungkapnya.
Mahasiswa peserta kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi melalui diskusi interaktif dan studi kasus yang disajikan. Mereka diajak untuk menumbuhkan sikap kritis terhadap praktik-praktik tidak jujur yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus membiasakan diri menjunjung tinggi transparansi dan keadilan. Melalui kegiatan ini, STAI Ihyaul Ulum Gresik berharap para mahasiswa mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing dengan menanamkan budaya anti korupsi. Dengan demikian, upaya pencegahan korupsi dapat dimulai dari lingkup kecil, yaitu diri sendiri dan lingkungan kampus, untuk kemudian menyebar lebih luas ke masyarakat.
